Bandar Lampung (perspektanews) Kawasan Pahoman kini memiliki destinasi nongkrong baru yang siap menjadi pilihan anak muda hingga keluarga. Mengusung konsep unik dan berbeda dari kedai kopi pada umumnya, Laopan Bukan Kopitiam resmi melakukan grand opening pada Jumat (22/5/2026), di Jalan Way Semangka, Pahoman, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.
Berbeda dengan konsep kopitiam tradisional yang identik dengan kedai kopi dan menu sarapan khas, Laopan hadir dengan sentuhan lebih modern. Tempat ini memadukan nuansa kopitiam klasik dengan konsep kafe dan restoran kekinian, lengkap dengan pilihan menu tradisional hingga western yang menyasar berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Salah satu pendiri Laopan, Rivaldi mengatakan, konsep yang diusung sengaja dibuat berbeda agar lebih dekat dengan selera masyarakat saat ini, terutama kalangan milenial dan Gen Z yang menginginkan tempat nyaman untuk bersantai, berdiskusi, hingga bekerja.
“Kalau kopitiam mungkin masih terasa asing di telinga sebagian masyarakat lokal. Sebenarnya konsep ini berkembang pesat di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia, bahkan di Indonesia juga sudah mulai banyak. Tapi di Laopan, kami membawa konsep yang berbeda, bukan sekadar kopitiam biasa,” ujar Rivaldi.
Ia menjelaskan, secara historis kopitiam dikenal sebagai tempat menikmati kopi dan sarapan dengan menu tradisional. Namun di Laopan, konsep tersebut dikembangkan menjadi lebih modern melalui kolaborasi menu klasik dan kekinian.
“Makanya ada tambahan nama Bukan Kopitiam. Karena konsepnya lebih ke café dan resto modern. Kami menggabungkan menu tradisional kopitiam dengan pilihan makanan kekinian, termasuk menu western seperti spaghetti, pizza, sandwich dan lainnya,” katanya.
Tak hanya menawarkan pengalaman kuliner, Laopan juga didesain sebagai ruang nyaman untuk berkumpul dan bertukar ide. Tata ruang modern, area indoor dan outdoor, hingga fasilitas ruang VIP disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengunjung dari berbagai kalangan.
Menurut Rivaldi, konsep tempat yang nyaman menjadi salah satu alasan Laopan diproyeksikan menjadi spot favorit anak muda di Bandar Lampung.
“Kita ingin tempat ini nyaman untuk semua kalangan. Anak muda bisa nongkrong sampai malam, diskusi, kerja tugas, ngobrol bisnis, atau sekadar santai. Karena itu layout tempatnya kita buat senyaman mungkin,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan konsep tempat, Laopan juga menawarkan ragam menu unggulan yang dipersiapkan untuk memanjakan lidah pengunjung. Perpaduan menu khas Asia Tenggara, Chinese food, hingga western menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk kategori makanan utama, sejumlah menu andalan yang paling direkomendasikan antara lain Laksa Singapore, Hainan Chicken Rice, dan Nasi Lemak Ayam Goreng. Ketiga menu tersebut menjadi favorit sekaligus signature dish Laopan karena menghadirkan cita rasa autentik dengan sentuhan khas.
“Untuk makanan, yang paling banyak direkomendasikan saat ini Laksa Singapore, Hainan Chicken Rice, sama Nasi Lemak Ayam Goreng. Rasanya otentik dan memang jadi favorit,” kata Rivaldi.
Selain menu unggulan tersebut, pengunjung juga dapat menikmati beragam pilihan lain seperti Mie Ayam Charsiu, Dimsum Ayam, Misoa Kari, Lumpia Kulit Tahu, Pao Telur Asin, hingga Ceker Dimsum yang cocok dinikmati sebagai teman santai maupun makan bersama.
Sementara untuk pecinta menu western, Laopan menghadirkan sajian modern seperti Tropical Pizza, Chicken Carbonara, Egg Club Sandwich, Chicken Salad Laopan, hingga Vegan Salad Honey Dressing. Tak ketinggalan pilihan camilan dan dessert seperti Butter Kaya Toast, French Toast, Roti Goyang, Roti Bakar Laopan, Quesillo Caramel, Puding Kembang Tahu, hingga Rain Drop Pudding yang siap melengkapi pengalaman nongkrong lebih berkesan.
Di sisi minuman, Laopan menghadirkan pilihan non-coffee yang segar dan kekinian seperti Magic Butterfly Pea, Pink Marble, Ais Cendol Singapore, Ais Kacang Merah, hingga Alpukat Kerok Milo yang cocok dinikmati saat cuaca panas Bandar Lampung.
Sementara untuk pecinta kopi, Laopan tetap mempertahankan identitas kopitiam melalui sederet racikan khas seperti Kopi O, Kopi C, Kopi Butter, dan Kopi Tarik. Selain itu, tersedia pula menu kopi modern seperti Americano, Caffe Latte, hingga Cappuccino.
Rivaldi menyebut, dari berbagai pilihan kopi yang tersedia, Liberica Coffee menjadi salah satu signature coffee yang paling diunggulkan. Jenis kopi ini dipilih karena memiliki karakter rasa lebih kompleks dengan perpaduan cita rasa khas yang familiar bagi penikmat kopi Indonesia.
“Kalau kopi unggulan kita ada Liberica Coffee. Untuk menu best seller minuman saat ini Triple Peach Americano. Jadi selain kopi khas kopitiam, kita juga punya racikan modern yang cocok untuk anak muda,” jelasnya.
Berlokasi strategis di tengah Kota Bandar Lampung, tepat di kawasan Pahoman yang dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat, Laopan dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Lokasinya yang dekat dengan area olahraga, stadion, perkantoran, hingga pusat pemerintahan membuat tempat ini cocok menjadi pilihan untuk sarapan, makan siang, hingga nongkrong malam.
“Teman-teman yang habis olahraga bisa sarapan di sini, yang kerja di sekitar perkantoran bisa makan siang, malam juga bisa santai di sini. Jadi kapan pun cocok untuk mampir. Yang pasti, 100 persen makanan di sini halal,” tegasnya.
Laopan Bukan Kopitiam sendiri merupakan hasil kolaborasi Rivaldi, Budiman, dan Wendy. Dengan konsep modern bernuansa kopitiam, tempat ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi warga Bandar Lampung yang ingin menikmati suasana nongkrong nyaman dengan sajian kuliner variatif.
Buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 24.00 WIB, Laopan hadir untuk menemani berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari sarapan pagi, meeting santai, makan siang, hingga tempat nongkrong malam yang nyaman.
Jadi, bagi warga Bandar Lampung yang ingin mencari suasana nongkrong baru dengan konsep berbeda, Laopan Bukan Kopitiam bisa menjadi destinasi yang wajib dicoba.
Ikuti informasi dan update menu terbaru Laopan melalui Instagram: @bukankopitiam dan TikTok: @bukankopitiam. Yuk, ajak teman nongkrongmu dan rasakan sensasi “bukan sekadar kopitiam biasa” di tengah Kota Bandar Lampung. (Tama)
